Interaksi sosial merupakan hal yang penting dilakukan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, anak disabilitas tunagrahita mengamali hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. SLB Nur Rachman adalah sekolah dimana anak disabilitas belajar dalam satu kelas yang sama. Kemampuan interaksi sosial anak disabilitas tunagrahita mampu meningkat dengan bantuan strategi komunikasi persuasif yang efektif dari guru. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi persuasif guru kepada anak tunagrahita dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial dengan 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksaan, dan evaluasi. Yang pertama tahap perencanaan, agar komunikasi persuasif dapat berjalan sesuai dengan tujuan maka perencanaan strategi komunikasi ini bertujuan untuk menetapkan tujuan, dalam perumusan strategi komunikasi persuasif di SLB Nur Rachman terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan yaitu mengenali sasaran, penyusunan pesan, penetapan metode, dan pemilihan media. Yang kedua yaitu pelaksanaan, pelaksanaan komunikasi persuasif di SLB Nur Rachman penyampaian pesan persuasif menggunakan model tahapan komunikasi AIDDA, dimana terdapat 5 tahapan yaitu perhatian, minat, hasrat, keputusan, dan tindakan. Yang ketiga evaluasi, pada tahap evaluasi strategi komunikasi persuasif akan dinilai dan dicari apakah ada perubahan sosial yang terjadi selama proses persuasif. Pada pelaksanaan komunikasi juga terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat dalam komunikasi persuasif guru terhadap anak disabilitas tunagrahita.
Copyrights © 2022