Fenomena self-disclosure menjadi fenomena baru bagi kaum LGBT yang mana sebelum hadirnya media sosial, kaum LGBT memilih untuk bungkam terhadap identitas gender dan orientasi seksualnya, namun perlahan mulai melakukan pengakuan dengan berani melakukan self-disclosure pada media sosial tiktok. Hal ini tentunya menjadi pro dan kontra bagi masyarakat karena LGBT dianggap sebagai perilaku menyimpang karena bertolak belakang dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang kaum LGBT dalam melakukan self-disclosure pada media sosial tiktok dan bagaimana dampak yang dirasakan kaum LGBT setelah melakukan self-disclosure di media sosial tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan partisipan pada penelitian ini adalah 5 orang kaum LGBT yang terdiri dari (1 orang lesbian, 2 orang gay, 1 orang biseksual dan 1 orang transgender). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Adapun, teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah menggunakan model analisis Miles dan Huberman (descriptive phenomenological analysis).
Copyrights © 2024