Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak pendek dari standar usianya (Laili, Adriani, 2019). Tujuan kegiatan ini adalah memberikan intervensi kepada Bayi berusia 6-24 Bulan berupa makanan tambahang dengan menjadi Orang Tua Asuh selama 90 hari pada anak stunting di Keluarahan Oesapa Selatan. Metode yang digunakan adalah Pelatihan kader tentang pembuatan menu di laboratorium Penyelenggaraan Makanan Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes kUpang, orangtua balita serta kader di kantor lurah Oesapa selatan, Pemberian Makanan Tambahan dengan melibatkan kader dari PKK Kelurahan dan Posyandu, Pengukuran Antropometri Sebelum Intervensi PMT dan Secara Berkala sebulan sekali. Kegiatan monitoring meliputi antara lain :Menyiapkan makanan tambahan untuk anak asuh stunting, Mengevaluasi kondisi anak (mengukur BB, TB, dan LILA) setiap bulan yang akan dilakukan bersama oleh Kader Posyandu dan Orang tua asuh (tim Kader dan tim orang tua asuh dari Poltekkkes Kupang), Mendokumentasikan kegiatan pengasuhan dalam logbook di setiap kegiatan, Memberi laporan secara tertulis terkait perkembangan pengasuhan di akhir kegiatan. Sedangkan kegiatan Evaluasi meliputi Data Antropometri (mengukur BB, TB, dan LILA) setiap Bulan. Pada bulan berikutnya berdasarkan hasil pemantuan , kedua anak asuh sudah mulai mengalami peningkatan bera badan dan bertambahnya panjang badan.
Copyrights © 2024