Tulisan ini menjelaskan tentang penafsiran inklusif Fazlur Rahman terhadap ayat ahlu kitab, yang secara tegas menyatakan bahwa apresiasi terhadap tradisi dan agama lain itu sama dengan mengapresiasi agama sendiri, karena setiap agama memiliki kemungkinan adanya kebenaran. Model penafsiran Fazlur Rahman merupakan model tafsir apresiatif terhadap keimanan agama lain dan ahlu kitab juga bakal mendapatkan jaminan keselamatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode riset kepustakaan (library research) melalui pencarian dan pengumpulan literatur heterogen yang dibutuhkan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa penafsiran Fazlur Rahman tentang ahlu kitab yang berkaitan dengan petunjuk dan keselamatan bukan monopoli agama dan kelompok tertentu. Petunjuk Tuhan bersifat universal bagi siapa saja dan agama apa saja. Yang terpenting adalah melakukan kebaikan. Fazlur Rahman tetap mengakui Islam sebagai agama yang paling benar dan tetap mengapresiasi keberadaan agama-agama lain.
Copyrights © 2024