Penelitian ini mengkaji makna maupun pesan yang terkandung dalam surah al-Hujurat (49): 13 dalam perspektif sosiologi melalui beberapa penafsiran mufassir terhadap ayat. Penelitian terhadap surah al-Hujurat (49): 13 sebelumnya telah banyak dilakukan dalam beberapa perspektif. Namun sebagian besar penelitian hanya berfokus pada satu term atau kata kunci sebagai perwakilan keseluruhan makna ayat. Kajian dalam penelitian ini berupaya mengungkap dan menganalisis surah al-Hujurat (49): 13 dengan berfokus pada tiga term sebagai kata kunci dalam ayat, meliputi penciptaan (khalaqna), kenal-mengenal (ta’aruf) dan paling mulia (akram). Ketiga term tersebut, menggambarkan trilogi unsur yang memiliki relevansi makna terhadap kesatuan makna dalam ayat. Penciptaan (khalaqna) sebagai realitas pluralitas menjadi dasar kesadaran untuk kenal-mengenal (ta’aruf) melalui tindakan. Tindakan kenal-mengenal berupa saling memahami satu sama lain, kerja sama, pemenuhan hak satu sama lain, saling mewarisi satu sama lain dan saling mengakui maupun menghargai satu sama lain. Relevansi antara term penciptaan (khalaqna) dan kenal-mengenal (ta’aruf), mencerminkan fase atau tahapan terwujudnya integrasi sosial sebagai cita-cita dalam ayat yang berimplikasi pada pencapaian kemuliaan (akram). Kemuliaan dapat dicapai dengan konsistensi sebagai bentuk takwa dalam melaksanakan perintah Allah Swt, melalui tindakan upaya kenal-mengenal (ta’aruf) yang berdasar pada realitas pluralitas (khalaqna).
Copyrights © 2024