Berada di dalam bangunan dengan sirkulasi udara yang tertutup saat ini bukanlah hal yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi beberapa orang saat ini. pandemi ini mulai merubah kebiasaan dan gaya hidup orang-orang dari sebelumnya. Ruang luar atau ruang terbuka, saat ini adalah opsi tepat yang dibutuhkan dalam masa pandemi. Namun keberadaan dari protokol kesehatan yang sangat minim membuat kegiatan diluar ruangan terasa tidak aman, seperti minimnya rambu menjaga jarak, minimnya penanda duduk berjarak, dan penanda wajib menggunakan masker. Taman Kota 2 BSD termasuk dalam ruang terbuka yang minim dengan protokol kesehatan, namun ruang terbuka ini merupakan salah satu area aktivitas yang paling diminati warga di sekitar kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna menemukan faktor yang berpengaruh dalam pola pergerakan manusia di ruang terbuka dalam masa pandemi. Variabel yang diteliti adalah alasan kegiatan, jenis kegiatan dan durasi kegiatan sebelum dan selama pandemi, serta ketersediaan Protokol Kesehatan di dalam Taman Kota 2 BSD. Penelitian ini menghasilkan hipotesis bahwa berkegiatan di ruang terbuka lebih didominasi dengan kegiatan fisik seperti jogging, lari, atau bersepeda santai, dan ditemukan minimnya kesiapan protokol kesehatan di dalam kawasan Taman Kota 2 BSD.
Copyrights © 2022