Lokasi yang berada di daerah pesisir membuat Morosari mengalami ancaman dari banjir rob, gelombang tinggi, abrasi, dan penurunan tanah. Salah satu penyebabnya karena pengalihfungsian lahan menjadi permukiman dan tambak sehingga berkurangnya hutan mangrove yang berfungsi sebagai pemecah gelombang, penahan abrasi, dan manfaat lainnya. Fenomena tadi membuat masyarakat Morosari merespon dengan beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar bisa bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perubahan tata ruang dalam yang terjadi pada rumah tinggal yang terdampak rob di daerah Morosari. Metode kualitatif dan teknik pengambilan sampel purposive sampling digunakan dalam menganalisis fisik bangunan dan tata ruang dalam. Hasil pengamatan menunjukkan adaptasi fisik bangunan dilakukan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat, seperti mengurug, peninggian lantai, atap, pintu, dan jendela, bahkan rekonstruksi ulang rumah. Adaptasi tata ruang dalam tidak mempengaruhi fungsi ruang, namun berdampak pada level ruang dan material di dalam rumah.
Copyrights © 2024