Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik siap pakai oleh pengguna, diantaranya dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Tantangan ini menuntut SMK agar senantiasa menjaga mutu pendidikannya. Menerapkan sistem manajemen mutu pendidikan yang berstandar tidak akan lepas pada tahap pertama yaitu konteks organisasi di klausul 4 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Hal ini bertujuan agar SMK dapat menghasilkan output berupa lulusan yang bermutu. Implementasi sistem manajemen mutu di sekolah kejuruan tidak akan optimal jika SMK gagal dalam analisis konteks organisasi. Kekeliruan dalam membuat konteks organisasi akan mengakibatkan gagal dalam mengintegrasikan sistem manajemen mutu diĀ sekolah. Mitra pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMK PGRI Subang. Adapun tujuan program ini adalah untuk menghasilkan rumusan konteks organisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam memberikan layanan pendidikan kepada stakeholder. Metode yang digunakan adalah metode GOAD dan ADDIE. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan bermanfaat bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan layanan kepada stakeholder. Konteks organisasi yang dihasilkan dapat dijadikan pedoman standar dalam memberikan layanan.
Copyrights © 2023