Penggunaan superplastisizer dalam campuran beton secara signifikan mereduksi kebutuhan air dalam campuran dengan tetap mempertahankan kelecakannya, sehingga terjadi peningkatan kekuatan dan durabilitas beton. Namun, penggunaan superplastisizer yang berlebihan dapat mengakibatkan masalah bleeding dan segregasi pada campuran beton yang akan berdampak pada perlemahan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum superplastisizer dan tingkat reduksi air dalam campuran beton yang dapat mencapai atau meningkatkan kelecakan dan kuat tekan yang direncanakan. Studi dilakukan terhadap tiga jenis superplastiziser, yaitu SPC-200, Sikament LN, dan Sika Viscocrete 3115N. Untuk pembuatan beton normal, hasil penelitian menyarankan penggunaan superplastisizer SPC-200 pada kadar 0,4% - 0,6% dengan tingkat reduksi air 5,5% - 9%, Sikament LN pada kadar 0,4 - 1% dengan tingkat reduksi air 5% - 12,5%, dan Sika Viscocrete 3115N pada kadar 0,6% - 1% dan tingkat reduksi air 13% - 19%. Selain itu, berdasarkan tingkat kelecakan dan kuat tekan beton, kadar optimum superplasticizer adalah SPC-200 pada 0,65% dengan reduksi air 9,8%, Sikament LN pada 0,68% dengan reduksi air 8,5%, dan Sika Viscocrete 3115N pada 0,82% dengan reduksi air 17,5%.
Copyrights © 2024