Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal HOTS dan kurangnya self-regulated learning dalam mengikuti perkuliahan Pengantar Dasar Matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari self-regulated learning. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang yang telah mendapatkan materi bilangan bulat pada mata kuliah Pengantar Dasar Matematika dan dipilih secara purposive sampling yaitu mahasiswa semester 1 dan 3. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket self-regulated learning, soal HOTS bilangan bulat, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan 20% mahasiswa memiliki kriteria self-regulated learning tinggi, 63% dengan kriteria sedang, dan 17% memiliki self-regulated learning dengan kriteria rendah. Mahasiswa dengan self-regulated learning tinggi mendapatkan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis 3,06 dari 4, mahasiswa dengan self-regulated learning sedang mendapatkan skor rata-rata 3,20 dan 2,88 untuk mahasiswa dengan self-regulated learning rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis tidak selalu berhubungan dengan self-regulated learning.
Copyrights © 2024