Candidda albicans dan Trichophyton rubrum menjadi jamur yang paling umum dalam menyebabkan infeksi pada manusia. Tanaman bunga kamboja merah memiliki berbagai khasiat sebagai antiinflamasi, antibakteri dan antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada fraksi etil asetat bunga kamboja merah dan aktivitas antijamur pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%. Uji skrining fitokimia dan ditegaskan kembali pada analisis Kromatografi Lapis Tipis bahwa fraksi etil asetat bunga kamboja merah mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, steroid dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur fraksi etil asetat bunga kamboja merah terhadap jamur C. albicans pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% hasilnya secara berturut-turut 0 cm, 0,3 cm, 0,8 cm dan 1,08. Sedangkan pada jamur T. rubrum pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% hasilnya secara berturut-turut 0,13 cm, 0,81 cm, 1,4 cm dan 1,85 cm. Fraksi etil asetat bunga kamboja merah mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat menghambat pertumbuhan jamur C. Aktivitas antijamur terbaik terlihat pada jamur T. rubrum konsentrasi 20% dengan diameter zona hambat 1,85 cm.
Copyrights © 2024