Pertumbuhan penelitian tentang ikatan antara hewan dan manusia (Human-Animal Bound) marak dibicarakan dalam beberapa dekade terakhir. Karena itu tulisan ini menjadi salah satu karya yang akan menganalisis dinamika ikatan hewan dan manusia. Penelitian ini mengkaji tentang ikatan antara anjing dan manusia di Minahasa. Ikatan anjing dan manusia di Minahasa memiliki dinamika yang kompleks mulai dari dindakan domestifikasi, anjing menjadi teman berburu orang Minahasa dalam mencari makanan, kemudian anjing menjadi instrument dalam ritual keagamaan di Minahasa, hingga anjing akhirnya dikonsmsi dan diperdagangkan di pasar tradisional. Dari temuan tersebut terdapat perubahan dalam relasi antara anjing dan manusia. Awalnya anjing dipandang sebagai entitas yang penting bagi manusia dalam menjalani proses kehidupan berubah menjadi komoditas pasar. Penelitian ini memakai metode kualitatif untuk memahami fenomena yang muncul dari signifikasi individu atau kelompok terhadap persoalan sosial. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggambarkan situasi problematik dalam bentuk-bentuk kesadaran manusia dari pengalaman hidup. Hasil temuan menunjukkan adanya perubahan kesadaran yang memisahkan ikatan antara anjing dan manusia. Kesadaran tersebut bisa dipengaruhi oleh aspek ekonomi, spiritual, maupun aspek sosial dalam siklus kehidupan orang Minahasa.
Copyrights © 2023