Pembelajaran piano iringan anak usia operasional konkret (7 – 11 tahun) memiliki tantangan pada pola pikirnya yang belum bisa berpikir abstrak, melainkan konkret. Pembelajaran yang bersifat abstrak membutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menambah peran siswa dan menerjemahkan bahasa secara lebih konkret. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan model pembelajaran melodi dan iringan piano anak berbasis notasi warna pada anak usia operasional konkret. Penelitian ini menggunakan metode DBR (Design Based Research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Awal penelitian, peneliti mewawancarai tiga guru piano untuk mencari masalah yang umum terjadi pada anak usia operasional konkret. Dari hasil wawancara, peneliti memutuskan untuk membuat rancangan model pembelajaran berbasis notasi warna dalam mengatasi masalah pengenalan melodi dan iringan broken chord. Rancangan tersebut diterapkan pada dua siswa usia operasional konkret sebanyak lima pertemuan. Evaluasi rancangan dilakukan pada tiap pertemuan untuk mendapatkan model yang lebih baik. Hasilnya, model pembelajaran berbasis notasi warna dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan pola iringan broken chord pada anak usia operasional konkret. Aktivitas tambahan seperti mewarnai dan pemilihan warna oleh siswa juga menambah dominasi siswa dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2024