Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, diperlukan sebuah media yang berbasis pada budaya yang melekat erat pada masyarakat, terutama masyarakat Ternate. Kultur masyarakat Ternate, mereka memiliki local wisdom dalam ruang lingkup sastra lisan Ternate. Penelitian ini dibangun untuk bahan edukasi masyarakat dengan mengusung eko-kritik sastra yang ada pada sastra lisan Ternate. Penulis kemudian mengklasifikasi beberapa rumusan masalah yakni: (1) mengeksplorasi tentang sastra lisan Ternate dalam beberapa bentuk; (2) menerapkan penggunaan teori ecocriticism dalam sastra lisan Ternate; (3) konsep pendidikan lingkungan pada sastra lisan Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa studi ekologi sastra di Indonesia harus dipelajari lebih intensif dan lebih jauh didorong untuk membangkitkan minat dalam studi sastra interdisipliner pada karya sastra ekologis. Dalam hal ini, sastra lisan Ternate secara nuansa imajiner bisa diklasifkasikan atau digolongkan kepada salah satu sastra hijau. Di mana, dalam sastra lisan Ternate tersebut membahas nuansa alam yang dijadikan sebagai gambaran kehiduapan berbudaya dan religiusitas masyarakat Ternate dengan keragaman etnis dan budaya telah memiliki pengetahuan-pengetahuan lokal (Kearifan lokal) yang ada sejak dahulu.
Copyrights © 2024