Tulisan ini dilatar belakangi kontroversi terhadap pemahaman terhadap agama berkenaan dengan sisi rasionalitas dan pemahaman diluar akal manusia (metafisika), di mana atara rasionalitas dengan transendensi metafisik sulit di pahami secara bersamaan, terlebih pada era disrupsi di mana akal manusia lebih banyak digunakan untuk berpikr hal-hal yang empirik. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap pemahaman akan puncak rasionalitas manusia hingga pada tahap supra-rasional, dimana supra-rasional itu sendiri menjadi bagian penting dalan memahami essensi dan transendensi diluar kemampuan akal/rasio (metafisika). Penelitian ini merupakan penelitian literature, yang berupaya menganalisi essensi dan substansi teks-teks nalar agama berdasarkan metodologi filsafat dengan pendekatan hermeneutika Hans Georg Gaddamer dengan fusion of horizon dan hermeneutical Circle-nya. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam pandangan Al-ghazali supra-rasional merupakan manifestasi dari kepasrahan rasionalitas manusia-sehingga mengembalikan essensi kebenarannya kepada Tuhan, disisi lain Ibn ‘Arabi meyakininya sebagai salah satu dari manifestasi Wahdah al-wujud, sehingga supra-rasional hanya kan didapat bagi manusia-manusia dan memahami hakikat baik hakikat Tuhan ataupun hakikat lain yang ada dalam pikirannya.
Copyrights © 2024