Pancasila merupakan hasil kerja serius bangsa Indonesia, terutama mereka yang bergabung dengan BPUPKI. Di antara mereka ada yang menyandang gelar ulama. Mereka dan para pemuka dari agama lain bersama-sama merumuskan dan menetapkan apa yang akan menjadi dasar negara. Dalam merumuskan dan menetapkan dasar negara, mereka mengacu pada kepentingan bersama (bangsa Indonesia) dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang datang dari masyarakat. Pancasila sudah terbukti bisa menyatukan masyarakat Indonesia yang majemuk, sungguhpun dalam perjalanannya ia tidak lepas dari tantangan dan kritik. Pancasila merupakan ideologi berbangsa dan bernegara, untuk itu tidak pada tempatnya untuk membandingkan antara agama dan Pancasila.Sungguhpun demikian, masih juga terdapat sebagian kecil umat Islam yang berpendapat bahwa Pancasila bertentangan dengan Islam. Sekiranya Pancasila bertentangan dengan Islam, sudah barang tentu para ulama akan menolaknya untuk dijadikan sebagai dasar negara.Menurut Harun Nasution, Pancasila tidak bertentangan dengan Islam melainkan sejalan dengannnya, bahkan sila-sila yang terdapat di dalamnya adalah juga ajaran dasar yang terdapat dalam Islam.A.K. Priggodigdo, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, Jakarta : Dian Rakyat, 1961.AMW. Pranarka, Sejarah pemikiran Tentang Pancasila, Jakarta : CSIS, 1987.Bahtiar Effendi, Islam dan Negara, Transformasi Pemikiran Islam, dalam majalah “prisma”, Jakarta : LSAF, 1992.Bernhard Dahm, Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan, jakarta : LP3ES, 1987.Endang Syaifuddin Anshari, Piagam Jakarta, Jakarta : CV. Rajawali, 1986.Harun Nasution, Islam Rasional, Bandung : Mizan, 1995.Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam: Sejarah Gerakan dan Pemikiran, Jakarta : Bulan Bintang, 1985.M. Bambang Pranowo, Islam dan Pancasila, Dinamika Politik Islam di Indonesia, dalam jurnal Ulumul Qur’an, Jakarta : LSAF, 1992.makalah pada acara peresmian Yayasan Badan Wakaf Paramadina, Jakarta, 1986.Nurcholis Madjid, Islam Agama Kemanusiaan, Jakarta : Paramadina, 1995.
Copyrights © 2023