Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada DAS Welang menyebabkan kawasan tersebut sering mengalami bencana banjir akibat meningkatnya erosi dan sedimentasi. Pada studi ini menggunakan model ArcSWAT untuk menghitung potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi sehingga dapat memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Welang sehingga dapat dilakukan usaha konservasi yang optimal. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi eksisting didapatkan rata-rata laju erosi eksisting sebesar 31,947 ton/ha/tahun dan sedimentasi 27,569 ton/ha/tahun. Hasil yang didapatkan dari analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) yaitu IBE sedang dengan luas 29.602,068 ha (61,3 % dari luas total), kriteria tinggi dengan luas 18.691,649 ha (38,7 % dari luas total). Dengan menggunakan upaya konservasi vegetatif dengan mengganti penggunaan lahan pertanian lahan kering, semak belukar, dan tanah terbuka menjadi hutan berpedoman pada RLKT. Memperoleh nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE) rendah dengan luas 5.162,207 ha (10,69 % dari luas total) dan IBE sedang dengan luas 43.131,510 ha (10,69 % dari luas total). Hasil tersebut menunjukkan pelaksanaan usaha konservasi vegetatif dapat mengurangi erosi maupun sedimen pada DAS Welang.
Copyrights © 2024