Kesulitan makan merupakan Permasalahan dalam Pemberian makanan dan pemenuhan gizi secara umum ditemukan pada anak-anak sebagai permasalahan kesehatan di dunia. Pada umumnya bayi dan anak yang mengalami kesulitan makan di identikkan dengan masalah perkembangan dan pertumbuhan (Asih dan Mugiati, 2018). Untuk mengatasi Kesulitan makan bisa dilakukan dengan cara farmakologi atau non farmakologi, yaitu metode farmakologi dengan pemberian multivitamin, dan micronutrient lainnya, Sedangkan non farmakologi melalui pijat, akupresur, dan akupunktur. dewasa ini telah dikembangkan dari teknik pijat bayi, yakni pijat Tui Na. pijat ini dilakukan dengan tekhnik pemijatan meluncur (Effleurage atau Tui) untuk mengatasi kurangnya nafsu makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi. Tujuan Penelitian untuk Mengetahui Apakah penerapan Pijat Tui Na Terhadap anak balita dapat meningkatkan nafsu makan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre-Eksperimental dengan Jumlah sampel penelitian yaitu 19 sample. Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hasil analisis tabel di atas juga diperoleh nilai t = 3,924 > 2,179, dimana t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa pijat Tui Na efektif terhadap Tingkat nafsu makan bayi usia 1-2 tahun. Kesimpulan pijat Tui Na efektif terhadap Tingkat nafsu makan bayi usia 1-2 tahun.
Copyrights © 2024