Pengajaran Al-Qur’an pada anak usia dini merupakan modal terbesar untuk membentuk pribadi-pribadi insani. Proses menghafal Al-quran, dengan menggunakan metode yang baik dan benar akan mempengaruhi proses pengajaran tersebut. Berdasarkan hasil observasi di RA Halimatus Sa’diyyah Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, diperoleh kenyataan bahwa siswa dan siswi disana masih ada yang kesulitan dalam proses menghafal Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada perkembangan kemampuan menghafal anak antara melalui penggunaan metode talaqqi (kelas eksperimen) dengan metode ummi (kelas kontrol). Hal ini dibuktikan melalui uji t yang menunjukkan nilai thitung = 11,538 > ttabel = 1,734 dan dapat diinterpretasikan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan pada perkembangan kemampuan menghafal anak antara menggunakan metode talaqqi dengan metode ummi di kelompok B RA Halimatus Sadiyyah.
Copyrights © 2024