Kota Yogyakarta sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik ketersediaan tanah terbatas tak lepas dari permasalahan penyediaan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sejalan dengan meningkatnya gerakan pengembangan ekowisata, Pemerintah Kota Yogyakarta juga serius memajukan beberapa potensi pariwisata yang dapat diaplikasikan menjadi konsep ekowisata. Pada saat yang sama pariwisata budaya dan warisan budaya telah menjadi elemen penting untuk menarik wisatawan datang ke destinasi. Hal ini tentu berimplikasi pada dikotomi pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Konsep eco tourism design dianggap sesuai dengan Visi RPJPD Kota Yogyakarta 2005-2025 adalah: “Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan” yang salah satu misinya adalah Mempertahankan predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata, Kota Budaya dan Kota Perjuangan. Tema Ecodesign diangkat karena melihat fenomena di perkotaan khususnya di Kota Yogyakarta bahwa kondisi lingkungan di Yogyakarta mengalami penurunan sebagai dampak dari pembangunan. Apalagi ditambah dengan konsep RTH yang hanya sebuah taman. Tema ecodesign juga didasarkan atas regulasi pemerintah Kota Jogja bahwa pembangunan wilayah harus berdasar atas pembangunan yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini mencoba membangun konsep eco tourism design dengan spesifik kasus pada RTH sebagai salah satu konsep yang ditawarkan untuk membangun pariwisata berbasis budaya di kota Yogyakarta.
Copyrights © 2024