Bakso merupakan makanan favorit masyarakat indonesia yang terbuat dari daging sapi. Bahan pembuatan bakso terdiri dari 60% daging sapi sebagai bahan baku dan 40% campuran bahan dan bumbu lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis data organoleptik bakso dan campurannya dari berbagai pendekatan stastik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan uji eksperimen dan uji hedonik sebanyak 15 orang panelis. Uji tersebut diukur menggunakan pendekatan statistik (Uji Kruskal Wallis dan Uji Friedman) dengan parameter yang diuji yaitu warna, rasa, aroma, tekstur, dan daya terima secara keseluruhan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa uji Friedman memberikan pengaruh yang nyata terhadap warna dan rasa bakso (P<0,05), tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aroma dan tekstur bakso. Melalui pendekatan statistik uji Kruskal Wallis, Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan Acak Kelompok (RAK) terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan tekstur bakso perlakuan I dan perlakuan II memberikan pengaruh yang tidak nyata. Kesimpulan dari penelitian bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur bakso pada perlakuan I lebih disukai panelis daripada bakso perlakuan II. Melalui uji Friedman berpengaruh nyata terhadap warna dan rasa bakso (P<0,05). Sedangkan uji Kruskal Wallis, Uji Rancangan Acak Lengkap dan Acak Kelompok tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan tekstur bakso.
Copyrights © 2024