Berpikir kritis telah menjadi salah satu parameter keberhasilan pembelajaran di sekolah saat ini. Sebagai salah satu indikator kemahiran abad 21, maka segala pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah harus mengupayakan agar siswa mempunyai kemampuan Berpikir Kritis. Pada penelitian ini akan dibahas 3 hal penting dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive. Hasil penelitian ini adalah; 1) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis HOTS dikonsep secara mandiri oleh guru PAI dengan menitikberatkan pada keterampilan analisis, evaluasi, pengambilan keputusan dan sebelum digunakan, modul yang disusun harus sudah diverifikasi dan divalidasi oleh Tim Agama dan Waka. Kurikulum, 2) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis HOTS dilaksanakan dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), 3) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis HOTS dievaluasi menggunakan soal-soal Pendidikan Agama Islam berbasis HOTS untuk mengukur Berpikir Kritis siswa Kemampuan, Bentuk peningkatan Berpikir Kritis siswa berupa diperolehnya nilai evaluasi yang tinggi dan tercermin dalam proses pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2024