Aktivitas kebugaran jasmani memegang peranan yang sangat penting bagi kesejahteraan tubuh seorang remaja. Apabila hanya mengandalkan jam PJOK dirasa kurang memenuhi kebutuhan aktivitas fisik. Remaja perlu didorong dan didukung untuk menjalankan aktivitas fisik secara teratur di luar lingkungan sekolah yang harus dibimbing secara penuh oleh tenaga pendidik atau pelatih. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dan besar pengaruh dari penggunaan model pembelajaran project-based learning terhadap hasil belajar aktivitas kebugaran jasmani. Pelaksaan proyek yang termaksud adalah proyek kinerja menggunakan daily physical activity card. Metode yang digunakan quasi experiment dengan menggunakan non-randomized pretest-postest control group design. Hasil belajar pengetahuan diukur menggunakan tes tulis berupa esai dan keterampilan diukur menggunakan tes kebugaran jasmani, lari 1.600m. Analisis data menggunakan deskriptif statistik, t-test dependent, dan t-test independent. Hasil dari penelitian ditemukan perbedaan nilai pretest dan posttest pada pengetahuan dan keterampilan dengan nilai sig 0.000 < 0.05. Adapun pada kelompok eksperimen aspek pengetahuan dan keterampilan memperoleh hasil sig 0.000 < 0.05. Selanjutnya besar pengaruh pengetahuan 47.55% sementara keterampilan putra 45.90% dan keterampilan putri 40.44%. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran project-based learning mempengaruhi hasil belajar aktivitas kebugaran jasmani dengan besar pengaruh rentang sedang.
Copyrights © 2024