Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi tarian tide-tide biasanya di lakukan pada saat pernikahan dan acara atau lomba yang diadakan baik itu di Sekolah maupun di Desa. Ketika acara akan dimulai para peronggeng (penari) dipersilahkan duduk di kursi yang telah disediakan, aturannya. Ketika para peronggeng (penari) telah duduk di kursi masing-masing, tidak boleh berpindah tempat dari tempat duduk yang satu ke tempat duduk yang lain, siapa pun dia boleh melakukan tarian tide-tide pada saat musik dimainkan, seorang pria yang datang meminta dan mengajak wanita pilihannya untuk menjadi pasangan dalam melakukan ronggeng (tarian) dan saling memberikan hormat. Pada tarian ini ada satu orang sebagai komando (pemimpin) yang memandu jalannya ronggeng (tarian). Tarian Tide-Tide ini terus berlangsung hingga musiknya berhenti. Jika musik diputar kembali maka masing-masing pasangan yang sama bisa melakukan tarian atau bisa mengganti pasangan yang berbeda, hal ini di lakukan berulang kali sampai berakhirnya acara. Proses tarian yang dilakukan pada saat lomba yaitu pada saat memulai tarian masing-masing penari memberikan hormat pada dewan juri. Tarian Tide-Tide terus dilakukan hingga musiknya selesai. Tariannya di tutup dengan hormat kepada masing-masing penari dan juri sebagai tanda berakhirnya tarian.
Copyrights © 2023