Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kaitan teks dalam roman Sunda Carios Agan Permas karya Joehana dengan realitas pergundikan pada masa penjajahan Belanda yang terjadi terhadap masyarakat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan sosiologi sastra dan tinjauan sejarah digunakan untuk melihat penggambaran pergundikan dalam roman yang dipandang sebagai representasi realitas mengenai pergundikan. Hasil penelitiannya, penggambaran pergundikan melalui hubungan harmonis Tuan kepada gundiknya adalah representasi dari gundik yang mendapatkan nasib baik. Pergulatan kelas sosial gundik cacah bertujuan untuk menaikkan status sosialnya di masyarakat sehingga penyamaran sebagai menak adalah representasi dari gundik cacah yang sombong. Pandangan masyarakat yang mendukung praktik pergundikan membentuk suatu jejaring dari masyarakat yang tidak bertentangan karena memiliki tujuan untuk kepentingan pribadi seperti status sosial, uang, dan gaya hidup. Teks dalam roman berkaitan dengan fakta sejarah pergundikan merupakan bagian dari penuangan gagasan Joehana melalui karya sastra dalam bentuk roman berbahasa Sunda.
Copyrights © 2023