Jumlah debit kebutuhan air bersih yang harus dipenuhi di Kota Bandar Lampung mencapai 1.237,2 Liter/detik, namun tingkat pemenuhan kebutuhan debit air bersih yang ada hanya 525 Liter/detik. Jaringan perpipaan PDAM di Kota Bandar Lampung belum terbangun di semua wilayah kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran hidrolika pada pemasangan pipa menggunakan metode HDD dan metode konvensional. Penelitian dilakukan pada 3 lokasi pemasangan pipa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisa berupa data aliran hidrolika yang dibantu dengan software EPANET 2.2. Hasil yang diperoleh adalah kecepatan aliran pada lokasi 1 dan 2 memiliki nilai 0,94 m/s di jam rata rata dan 1,41 m/s pada jam puncak, pada pemasangan di lokasi 3 memiliki nilai 0,99 m/s di jam rata rata dan 1,49 m/s di jam puncak. Headloss di lokasi 1 memiliki nilai antara 0,00 m sampai dengan 0,4447 m, di lokasi 2 memiliki nilai antara 0,00 m sampai dengan 0,4673 m dan di lokasi 3 memiliki nilai antara 0,00 sampai dengan 0,7142 m. Tekanan pipa di lokasi 1 memiliki nilai antara 0,546 atm sampai 0,925 atm. Di lokasi 2 memiliki nilai antara 2,050 atm sampai 2,534 atm.dan di lokasi 3 memiliki nilai antara 2,108 atm sampai 2,619 atm. Kata Kunci: Air bersih, HDD, Kehilangan energi, Open cut
Copyrights © 2024