Pembinaan para atlet muda sepak takraw memang harus menjadi tujuan utamauntuk meningkatkan prestasi di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi praktisiolahraga untuk mengetahui profil antropometri dan fungsional atlet sepak takraw, sehinggadapat merancang rencana latihan secara tepat sesuai dengan kekhususan olahraga tersebut.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional. Subjek dalampenelitian ini terdiri dari 12 atlet sepak takraw (6 atlet putra dan 6 atlet putri). Seluruhpeserta melakukan pengukuran awal (antropometri) tinggi badan, berat badan, lemak, danBMI. Selanjutnya peserta diperbolehkan menguji Fleksibilitas, Keseimbangan, Ketepatan,Kekuatan Daya Tahan, Kelincahan, Kecepatan, Reaksi, Kekuatan Otot Lengan, danKekuatan Kaki. Kemudian dilanjutkan dengan Tes VO 2max menggunakan metode CooperTest sejauh 2,4 KM. Hasil tes atlet putra Sprint 20 M dan Illinois secara signifikan lebihtinggi dibandingkan atlet putri (p=0,001 untuk Pria dan p=0,001 untuk Wanita). Begitupula dengan kekuatan lengan (menempatkan bola obat dua tangan) dan kekuatan menutupikaki (lompat vertikal dan lompat papan) menunjukkan bahwa atlet putra secara signifikanlebih tinggi dibandingkan atlet putri (masing-masing p=0.001 kekuatan lengan, p=0.001lompat vertikal, p=0.001 lompatan papan). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwaterdapat perbedaan karakteristik fungsional antara atlet sepak takraw putra dan putri. Halini terlihat dari perbedaan yang signifikan pada pengukuran performa sprint 20 m, tesIllinois, leg power, dan VO2max
Copyrights © 2024