Penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia semakin meningkat dan berakibat pada menipisnya cadangan bahan bakar. Sementara itu, potensi sumber energi terbarukan dari biomassa sangat melimpah, salah satunya adalah eceng gondok (Eichornia crassipes). Eceng gondok mengandung senyawa sumber kalori seperti selulosa, lignin, pentosa, dan beberapa mineral, namun kualitas briket eceng gondok masih di bawah standar. Meningkatnya timbunan limbah plastik menimbulkan masalah lingkungan karena plastik sulit terurai oleh alam. Di sisi lain, limbah plastik khususnya High Density Polyethylene (HDPE) memiliki potensi untuk meningkatkan nilai kalor briket eceng gondok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tar HDPE terhadap karakteristik fisik dan kimia briket bioarang eceng gondok, serta mengetahui kualitas briket eceng gondok dengan tambahan tar HDPE. Variasi campuran briket yang digunakan adalah 20 EG:80 HDPE, 40 EG:60 HDPE, dan 60 EG:40 HDPE. Proses pengarangan tanpa adanya oksigen digunakan untuk memproses biomassa sehingga terjadi penyusutan dari 50 kg enceng gondok basah menjadi 1 kg arang dan 1,5 kg limbah plastik menjadi 1 kg arang. Cetakan briket berdimensi 2,5 cm x 3 cm x 2,5cm dengan tekanan kempa 3 ton selama 4 menit. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa briket bioarang eceng gondok komposisi 20 EG:80 HDPE memiliki nilai kalor 5240 kal/g, nyala api 1,93 menit dan laju pembakaran 0,50 g/menit. Komposisi 40 EG:60 HDPE memiliki nilai kalor 5567 kal/g, nyala api 1,95 menit dan laju pembakaran 0,57 g/menit. Sedangkan komposisi 60 EG:40 HDPE memiliki nilai kalor 5325 kal/g, nyala api 1,93 menit dan laju pembakaran 0,55 g/menit.
Copyrights © 2023