Penelitian ini menginvestigasi peran pendidikan emosional dalam membangun resiliensi anak usia dini di era digital. Pendidikan emosional didefinisikan sebagai pendekatan untuk mengajarkan keterampilan mengenali, memahami, dan mengelola emosi, yang dianggap krusial dalam membantu anak-anak mengatasi stres dan mempertahankan kesejahteraan psikologis mereka. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi teori-teori terkait seperti teori kecerdasan emosional oleh Daniel Goleman, teori kecerdasan majemuk oleh Howard Gardner, dan teori ekologi perkembangan oleh Urie Bronfenbrenner. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan emosional efektif dapat meningkatkan resiliensi anak, meskipun tantangan dari penggunaan teknologi digital yang berlebihan juga diidentifikasi sebagai faktor risiko dalam perkembangan sosial-emosional anak. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk integrasi keterampilan sosial-emosional dalam kurikulum pendidikan, penggunaan teknologi yang seimbang, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam mendukung pengembangan resiliensi anak usia dini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi yang lebih efektif dalam mengintegrasikan pendidikan emosional dalam konteks digital yang terus berkembang.
Copyrights © 2024