Sindrom Koroner Akut (SKA) salah satu penyebab utama kematian di seluruh negara. Data Kemenkes RI tahun 2012 menyatakan SKA menempati posisi utama penyebab kematian dan menjadi The Silent Killer di Indonesia. Perburukan pasien SKA salah satunya karena peningkatan kadar glukosa darah sehingga menyebabkan lama hari rawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah saat masuk rumah sakit dengan lama hari rawat pasien SKA di RSUDAM. : Penelitian ini merupakan studi kuantitafif analitik observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis menggunakan uji statistika Chi Square. Pengambilan sampel memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Sehingga didapatkan 132 data rekam medis pasien SKA di RSUDAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien SKA di RSUDAM Bandar Lampung tahun 2020 yang memiliki lama hari rawat ≤6 hari lebih banyak pada pasien dengan kadar GDS diategorikan normal (<140 mg/dL) sebesar 39,4%. Menurut hasil uji statistik diperoleh nilai p sebesar 0,001 dimana p<0,05 artinya terdapat hubungan kadar glukosa darah dengan lama hari rawat pasien SKA di RSUDAM. Terdapat hubungan kadar glukosa darah saat masuk rumah sakit dengan lama hari rawat pasien SKA di RSUDAM.
Copyrights © 2024