Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah feses domba, feses sapi dan limbah blotong tebu sebagai media terhadap populasi, bobot badan, konsumsi dan konversi pakan pada cacing tanah Eudrilus eugeniae, serta untuk mendapatkan penggunaan media yang terbaik untuk pertumbuhan cacing tanah Eudrilus eugeniae. Materi penelitian yang digunakan yaitu menggunakan cacing tanah berjenis Eudrilus eugeniae sebanyak 50 ekor/media dengan umur sekitar 2 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode percobaan eksperimental kuantitatif dengan percobaan RAL yang menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan menggunakan campuran limbah dengan perlakuan P0 (Kascing 100%), P1 (Kascing 25% + Feses Domba 75%), P2 (Kascing + Feses Sapi 75%) dan P3 (Kascing 25% + Blotong Tebu 75%). Variabel yang diamati meliputi pertambahan populasi, bobot badan, konsumsi dan konversi pakan cacing tanah Eudrilus eugeniae. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media hidup berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada cacing tanah Eudrilus eugeniae terhadap pertambahan populasi pada perlakuan P2: 2.1 ekor/hari, bobot badan pada perlakuan P2: 0.37 g/hari, konsumsi pakan P3: 817.6 g . Sedangkan konversi pakan cacing tanah Eudrilus eugeniae menunjukkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Media hidup terbaik untuk pertumbuhan cacing tanah Eudrilus eugeniae yaitu penggunaan feses sapi sebagai media hidup yang terlihat pada hasil pertambahan populasi dan bobot badan tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah penggunaan feses sapi disarankan sebagai media hidup yang digunakan dalam budidaya cacing tanah yang dapat memberikan populasi dan bobot badan yang tinggi.
Copyrights © 2024