Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dua metode Latihan terhadap keterampilan Teknik lempar lembing pada olahraga atletik. Metode Latihan terdiri dari metode latihan bench press dan triceps strength. Metode eksperimen menggunakan desain faktorial 2x2. sampel terdiri dari 40 mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 10 mahasiswa. Teknik analisis data adalah analisis dua arah varians (ANAVA) dan selanjutnya dilakukan dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan, keterampilan teknik lempar lembing menggunakan metode triceps strenght lebih baik daripada yang menggunakan metode latihan bench press (FA = 12,503, terlihat lebih besar dari F_tabel= 4,113, tampak bahwa F_(hitung )>F_tabel atau P-value = 0,001 < 0,05). (2) Terdapat interaksi antara metode latihan dan kelentukan togok kebelakang terhadap keterampilan lempar lembing (FAB = 62,018 dan F_tabel = 4,113, tampak bahwa F_(hitung )> F_tabel atau P-value = 0,000 < 0,05). (3) Bagi kelompok kelentukan togok kebelakang tinggi, mahasiswa yang dilatih menggunakan metode latihan triceps strenght (rata-rata = 38,8010) lebih baik daripada yang menggunakan metode latihan bench press (rata-rata = 31,5270) terhadap keterampilan teknik lempar lembing. (4) Bagi kelompok kelentukan togok kebelakang rendah, mahasiswa yang dilatih menggunakan metode latihan bench press (rata-rata = 37,3900) lebih baik daripada yang menggunakan metode latihan triceps strenght (rata-rata = 34,6240) terhadap keterampilan teknik lempar lembing.
Copyrights © 2023