Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah suatu kelainan endokrin dan metabolik yang ditandai dengan anovulasi, hiperandrogenisme, dan gambaran polikistik pada ovarium. Etiologi PCOS belum pasti, diduga erat kaitan dengan stres oksidatif, dislipidemia, dan resistensi insulin. Propolis mengandung antioksidan, dapat menghambat proses peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh propolis terhadap profil lipid. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan sebanyak 25 ekor tikus Wistar betina, berumur 13 minggu, berat badan 100-130 gram, sehat, usapan vagina normal, dan tidak hamil. Sampel dibagi menjadi lima kelompok yaitu K1 (kontrol negatif/normal), dan K2 (kontrol positif/PCOS), kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 (PCOS+ propolis pada masing-masing kelompok dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB sekali per hari secara oral selama 14 hari). Induksi tikus model PCOS dilakukan dengan injeksi intraperitoneal Testosteron Propionat 1,8 mg/kbBB/hari dan diet HFHF selama 21 hari. Tikus dipuasakan 12 jam dilanjutkan dengan pemeriksaan profil lipid serum. Metode uji One Way Anova dan uji Kruskal-Wallis digunakan dalam uji statistik untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan propolis secara bermakna (p<0,05) memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Propolis dosis 100 mg/kgBB sekali per hari paling efektif bermakna (p <0,05) menurunkan kadar kolesterol total, sedangkan pada penurunan kadar LDL dan trigliserida serta peningkatan kadar HDL tidak ada dosis efektif . Propolis mampu menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida serta menaikkan kadar HDL pada tikus model PCOS. Kata kunci: antioksidan, PCOS, profil lipid, propolis DOI : 10.35990/mk.v7n2.p167-176
Copyrights © 2024