Jurnal IMAJI
No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia?

Novel-Film PP: Fenomena Indonesia

Junus, Umar (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2024

Abstract

Pengertian 'novel' di sini lebih luas dari yang biasa dianggap novel. Ia bisa juga 'cerita' dan 'cerpen'. Sedang 'film' bisa sarna dengan 'drama', 'teater'. Dengan " novel- film" dimaksud 'dari novel ke film'. Dan 'pp' bisa dibaca 'pulang-pergi' atau 'pergi-pulang ' - asalnya visa versa atau vv - dan biasa ditemui di bagian depan bus/bus yang menghubungkan dua kota. Orang Minang biasa membacanya ' pulang-pergi', mereka samakan dengan pulang baliak. Seorang perantau pulang kampung setelah sekian lama merantau dan kemudian baliak atau balik ke tempat perantauan lagi. Tapi karena kebiasaan ini mulai pudar, ada yang membacanya pergi-pulang atau pergi ke kampung dan pulang ke rantau. Mereka anggap rantau kampung mereka menggantikan kampung asal mereka di Sumatra Barat . Lalu ada keadaan seperti dalam Hilanglah si Anak Huang Nasjah Djamin (1963 , Bukittinggi, Nusantara). Ani dari Sumatra dan Kuning dari Jogja menemui ibu mereka yang tinggal di "Jakarta". Kedua pengertian 'PP' ini digunakan di sini. Pemindahan dari novel ke film atau dari film ke novel.

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

IMAJI

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research ...