Jurnal Veteriner
Vol 25 No 1 (2024)

Respons Imun Mencit terhadap Vaksin DNA Virus Demam Babi Afrika A224L dan A276R dengan Enkapsulasi Lipofektamin, Kolesterol dan Polimer

Sylvia Kamil (Universitas Udayana)
I Gusti Ngurah Kade Mahardika (Lab Virologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana)
Ida Bagus Kade Suardana (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2024

Abstract

Vaksin terhadap penyakit Demam Babi Afrika (African Swine Fever/ASF) sangat diperlukan untuk mengurangi kerugian peternak babi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan memaparkan pengujian vaksin DNA-ASF dengan gen A224L dan A276R pada mencit dengan adjuvan polimer, lipofektamin dan kolesterol. Setiap mencit divaksinasi secara intramuskuler dengan 25 ?g plasmid yang dienkapsulasi dengan adjuvan tersebut. Serum mencit dikumpulkan pada minggu ke-1, 2, 3 dan 4. Antibodi terhadap A224L dan A276R dideteksi dengan uji ELISA menggunakan peptida sintetik A224L dan A276R sebagai antigen. Nilai optical density (OD) dianalisis secara statistika menggunakan uji sidik ragam dengan aplikasi SPSS Versi 25. Hasil penelitian menujukkan nilai OD serum mencit yang diberikan vaksin DNA ASF-A224L dan A276R dengan adjuvan polimer (0,149), lipofektamin (0,080) dan kolesterol (0,058), serta mencit kontrol (0,020) berbeda sangat nyata (p=0,000), sementara waktu pengambilan serum tidak berpengaruh nyata (p=0,517). Simpulannya adalah nilai OD ELISA serum mencit yang diberikan vaksin DNA ASF-A224L dan A276R antarperlakuan adjuvan polimer, lipofektamin, kolesterol, dan kontrol secara statistika berbeda sangat nyata (p=0,000), sedangkan waktu pengambilan serum secara statistika tidak berpengaruh nyata (p=0,517) terhadap nilai OD ELISA serum mencit yang diberikan vaksin DNA ASF-A224L dan A276R. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk memperbaiki protokol pencampuran adjuvan dengan plasmid menggunakan kuantitas lebih banyak.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jvet

Publisher

Subject

Veterinary

Description

Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah ...