Perkembangan teknologi informasi berbasis web memberikan kemudahan dalam mengakses informasi kapan saja dan dimana saja. Sistem IMC merupakan platfom digital yang berfungsi sebagai wadah bagi para stakeholder untuk memberikan informasi serta membantu bagi stakehloder untuk dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi tentang product manufacture buatan Indonesia, selain itu tujuan system IMC ini dibuat agar menjadi pusat kolaborasi bagi perusahaan industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian, masyarakat industri dan pemerintah dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan penguasaan teknologi industri guna mendukung peningkatan produksi dan inovasi sekaligus membantu dalam subtitusi impor industri manufaktur. IMC diharapkan menjadi jembatan atau solusi untuk mewujudkan hasil riset universitas atau lembaga riset menjadi produk real. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi Indonesia Manufacturing Center (IMC) berbasis web. Dalam membangun sistem ini peneliti menggunakan metode agile software development yaitu SCRUM. Metode ini dipakai karena dalam pengerjaan sistem dapat menyesuaikan kebutuhan product owner yang selalu berubah-ubah dan cepat dalam pengerjaannya. Hasil dari tahapan scrum ini yaitu product log, sprint backlog, sprint dan working increment of the software dapat mengatasi segala permasalahan yang terjadi terhadap masalah waktu, ruang lingkup dan biaya. Dalam implementasi pembuatan aplikasi sistem ini dapat mengurangi gap sistem requirement selama proses sprint, sehingga sistem dapat selesai dibangun sesuai dengan requirement yang dibutuhkan oleh user. Aplikasi ini dibangun dengan arsitektur teknologi menggunakan konsep microservice yang memungkinkan untuk menambah fungsi penting pada web/apps, tanpa mengubah fungsi utama aplikasi. Adapun pengujian aplikasi ini menggunakan metode black-box testing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi IMC virtual mengusung konsep cloud manufacturing yang kepemilikannya ada pada stakeholder di seluruh Indonesia untuk dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi. Selanjutnya, Kemenperin hadir untuk memberikan pendampingan dan fasilitas yang menyangkut anggaran apabila hasil riset dan inovasi dapat berdampak signifikan pada substitusi impor.
Copyrights © 2024