Kota Merauke memiliki potensi di bidang pariwisata yang cukup baik, khususnya di bidang kesenian. Namun proses kreatif seni dan budaya saat ini berjalan kurang maksimal, karena minimnya sarana dan prasarana yang tersedia. Belum adanya gedung pusat kesenian di Merauke yang menampung semua bidang seni dan sebagai tempat kreativitas seniman. Padahal, masyarakatnya memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni dan budaya, seperti seni tari, lukis, pahat, ukir, musik dan vokal. Dengan demikian diperlukan sebuah ruang untuk mempertunjukkan seni guna meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap seni dan budaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dimana metode ini merupakan sebuah tata cara penelitian yang menghasilkan deskriptif analitis, yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan, dan perilaku nyata. Sehingga disimpulkan bahwa Merauke Art Centre yang berfungsi sebagai pusat kesenian yang dapat menampung semua bidang kesenian yang ada di Merauke dengan berskala nasional, Selain itu, dalam perancangannya Merauke Ar Centre menggunakan pendekatan Arsitektur Post Modern yaitu perpaduan antara dua gaya berupa gaya arsitektur modern dengan unsur kebudayaan sekitar khususnya marind-anim.
Copyrights © 2021