Journal Pendidikan Bahasa Dan Seni FKIP UHO
JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016

BENTUK-BENTUK NEGASI BAHASA MUNA

A1D312049, FAISAL RASUL (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Apr 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk negasi bahasa Muna. Bahasa daerah sangatlah bermanfaat di dalam kehidupan bermasyarakat selain sebagai pelestarian budaya daerah, bahasa daerah juga mendukung pegembangan lingusitik. Data dalam penelitian ini berupa data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data lisan yang berasal dari informan. Teknis analisis yang digunakan dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan pendekatan simantik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk negasi dalam bahasa Indonesia adalah tidak, bukan, belum dan jangan. Bentuk-bentuk negasi dalam bahasa Muna yaitu mina, miinaho, soahino, beane, miinandoha, panaembali, beangko dan paise. Bentuk-bentuk negasi tersebut dapat berupa pernyataan, pertanyaan, maunpun jawaban ingkaran. Bentuk negasi yang berupa pernyataan, yakni miina,miinahi, soahino, koemo,beane, miinandoha dan panaembali semuanya berada di sebelah kiri numeralia, nomina, verba dan adjektiva. Bentuk negasi yang berupa pertanyaan, yakni  miina,miinahi, soahino, koemo,beane, miinandoha dan panaembalisemuanya berada di awal kalimat dan ditandai oleh intonasi akhir. Dan bentuk negasi yang berupa jawaban, yakni miina,miinaho, koemo, soahino, beane, miinandoha, panaembali, paise dan beangko. Semuanya berada di belakang kalimat tanya. Kata kunci: Bentuk negasi dan bahasa Muna.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

HUMANIKA

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Humanika merupakan media elektronik jurnal ilmiah yang dibuat untuk memuat karya ilmiah mahasiwa dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. ...