Journal Pendidikan Bahasa Dan Seni FKIP UHO
JURNAL HUMANIKA NO. 16, VOL. 1, MARET 2016

SIMBOL DALAM CERITA RAKYAT MUNA (KAJIAN SEMIOTIK)

A1D112024, KASRIANI (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Apr 2016

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna simbol-simbol yang terdapat dalam Cerita Rakyat Muna? Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol- simbol yang terdapat dalam cerita rakyat Muna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat (a) Sebagai salah satu bahan informasi ilmiah tentang cerita rakyat Muna, (b) Sebagai salah satu bahan untuk memperkaya referensi dalam upaya meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang sastra daerah, (c) Sebagai salah satu bahan untuk memotivasi masyarakat untuk melestarikan sastra daerah. Jenis penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah jenis penelitian kepustakaan, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah simbol-simbol yang terdapat dalam cerita rakyat Muna (1) cerita La Sirimbone, (2) cerita Bangun Hijau dan Bangun Merah, (3) cerita Lancudu Bale, (4) cerita Randasitagi dan Wairiwondu, dan (5) cerita Kera dan Kura-kura. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik baca-catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian digunakan pendekatan semiotik. Hasil analisis data penelitian ini adalah a) Cerita rakyat Muna yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotik mengandung beberapa simbol. Simbol-simbol dalam cerita rakyat Muna  tersebut adalah sebagai berikut: 1) ketupat sebagai simbol bekal hidup, 2) gunung dan lembah sebagai simbol masalah dan rintangan, 3) cincin dan kalung sebagai simbol kebulatan tekad, 4) keris sebagai simbol keberanian, kesaktian, dan kekuatan, 5) sungai sebagai simbol kebebasan, 6) ikan gabus sebagai simbol pemuda tampan, 7) kapak sebagai simbol penderitaan, 8) mahligai sebagai simbol kebahagiaan sejati, pohon sebagai simbol kemakmuran, 9) kali sebagai simbol kebebasan, 10)  ikan lancudu sebagai simbol rezeki, 11) pohon sebagai simbol kemakmuran, 12) angin kencang sebagai simbol peringatan, 12) tembakan meriam sebagai simbol penghormatan dan kemenangan, 13) ayam jantan sebagai simbol keutamaan, jagoan, 14) kokok ayam sebagai simbol pemberitahuan, 15) kera sebagai simbol ketamakan, kerakusan, 16) ranjau sebagai simbol jebakan, dan 17) gong sebagai simbol pemberitahuan. b) Simbol dalam cerita rakyat Muna dengan pendekatan semiotik seperti pada penelitian ini sangat relevan dan memeliki konstribusi yang penting dan berharga terhadap upaya pencapaian tujuan pembelajaran sastra (cerita rakyat) di sekolah khususnya di SMA kelas XII pada kompetensi dasar dengan materi pokok sebagai berikut pengenalan struktur isi teks cerita sejarah, pengenalan ciri bahasa teks cerita sejarah, pengenalan kaidah teks cerita sejarah, pemahaman isi teks sejarah, makna kata, istilah, ungkapan dalam teks cerita sejarah.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

HUMANIKA

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Humanika merupakan media elektronik jurnal ilmiah yang dibuat untuk memuat karya ilmiah mahasiwa dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. ...