Membaca memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan; Meski demikian, persoalan rendahnya minat membaca perlu segera mendapat perhatian. Dalam konteks Indonesia, minat membaca masih sangat rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh data rapor Pendidikan Indonesia yang menunjukkan adanya penurunan nilai literasi di tingkat sekolah menengah atas pada tahun 2022. Beberapa faktor berkontribusi terhadap masalah ini, termasuk kesulitan dalam berbicara dan membaca. pengenalan huruf, salah pengucapan, kebingungan kata, dan tergesa-gesa saat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi remaja kelas X di SMAN 1 Nganjuk, khususnya dengan fokus pada minat membaca teks fiksi, kecenderungan terhadap metode pembelajaran eksploratif, dan strategi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada platform media sosial. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dan mengumpulkan data kuantitatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya nilai signifikansi model yang dikoreksi, yang menunjukkannya hipotesis nol (H0) karena nilai signifikansi (0,000) kurang dari 0,05. Dengan demikian, pada tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran eksploratif efektif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Nganjuk. Ketika guru memasukkan kuis, teka-teki, dan permainan papan pendidikan ke dalam pengajaran mereka, siswa menunjukkan antusiasme yang besar dan berpartisipasi secara aktif, sehingga mengatasi ketergantungan mereka pada media visual.
Copyrights © 2024