Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran PAR (Photosyntetically Active Radiation) antara metode langsung dan metode tak langsung di Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Bukit Kototabang. Pengukuran secara langsung dilakukan dengan PAR Radiometer yang merupakan salah satu sensor dari instrumentasi AAWS (Agroclimate Automatic Wheather Station). Pengukuran tak langsung menggunakan persamaan empiris keluaran dari tiga buah instrumen, yaitu QPSP Pyranometer-Eppley (IGlo), RG58 Pyranometer-Eppley (INIR) dan Total UV Radiometer (ITUV). Besarnya intensitas PAR (IPAR) secara empiris dirumuskan IPAR= IGlo-(INIR+ ITUV ). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa hasil perhitungan (pengukuran tak langsung) lebih tinggi daripada hasil observasi (pengukuran langsung)
Copyrights © 2015