Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Pengukuran Curah Hujan Antara Hasil Pengukuran Permukaan (AWS, HELLMAN, OBS) dan Hasil Estimasi (Citra Satelit =GSMaP) Di Stasiun Klimatologi Mlati Tahun 2018 Agusta Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.949 KB) | DOI: 10.29405/jgel.v4i1.3797

Abstract

Telah dilakukan perbandingan empat pengukuran curah hujan di Stasiun Klimatologi Mlati, Yogyakarta pada tahun 2018. Empat pengukuran curah hujan antara lain tiga hasil pengukuran permukaan (Automatic Weather Station, Penakar Hujan Hellman dan Penakar Hujan OBS=Ombrometer) dan hasil estimasi dari citra satelit (GsMap). Data mentah diolah menjadi aggregat waktu (rata-rata perjam, rata-rata harian dan bulanan). Evaluasi pengukuran berdasarkan ketersediaaan data yang ada setiap bulan dan nilai korelasi antar masing-masing peralatan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengukuran nilai curah hujan antara hasil pengukuran penakar hujan di permukaan bumi (OBS, Hellman dan AWS) dengan hasil estimasi (GSMaP) di Stasiun Klimatologi Mlati pada 2018. Nilai Korelasi Pearson data curah hujan per jam antara Hellman, AWS dan GSMaP menunjukkan nilai korelasi kecil disebabkan karena banyak data hilang dan ketidaksesuaian waktu, sedangkan korelasi Pearson data curah hujan per hari antara OBS, Hellman, AWS dan GSMap, nilai tertinggi adalah antara data OBS dengan Hellman, sebesar 0,62, sedangkan nilai pengukuran curah hujan akumulasi tahunan pada tahun 2018 paling besar adalah penakar hujan OBS, sebesar 2488,3 mm/tahun.
Evaluasi Pengukuran Curah Hujan Antara Hasil Pengukuran Permukaan (AWS, HELLMAN, OBS) dan Hasil Estimasi (Citra Satelit =GSMaP) Di Stasiun Klimatologi Mlati Tahun 2018 Agusta Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 1 (2020): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i1.3797

Abstract

Telah dilakukan perbandingan empat pengukuran curah hujan di Stasiun Klimatologi Mlati, Yogyakarta pada tahun 2018. Empat pengukuran curah hujan antara lain tiga hasil pengukuran permukaan (Automatic Weather Station, Penakar Hujan Hellman dan Penakar Hujan OBS=Ombrometer) dan hasil estimasi dari citra satelit (GsMap). Data mentah diolah menjadi aggregat waktu (rata-rata perjam, rata-rata harian dan bulanan). Evaluasi pengukuran berdasarkan ketersediaaan data yang ada setiap bulan dan nilai korelasi antar masing-masing peralatan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengukuran nilai curah hujan antara hasil pengukuran penakar hujan di permukaan bumi (OBS, Hellman dan AWS) dengan hasil estimasi (GSMaP) di Stasiun Klimatologi Mlati pada 2018. Nilai Korelasi Pearson data curah hujan per jam antara Hellman, AWS dan GSMaP menunjukkan nilai korelasi kecil disebabkan karena banyak data hilang dan ketidaksesuaian waktu, sedangkan korelasi Pearson data curah hujan per hari antara OBS, Hellman, AWS dan GSMap, nilai tertinggi adalah antara data OBS dengan Hellman, sebesar 0,62, sedangkan nilai pengukuran curah hujan akumulasi tahunan pada tahun 2018 paling besar adalah penakar hujan OBS, sebesar 2488,3 mm/tahun.
EVALUASI HASIL AUTOMATIC CALIBRATION PADA CO ANALYZER HORIBA APMA 360 DI SPAG BUKIT KOTOTABANG PERIODE 2012-2015 Agusta Kurniawan
Megasains Vol 6 No 3 (2015): Vol 6 No 3 (2015)
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v6i3.213

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi hasil automatic calibration pada instrumen CO Analyzer HORIBA APMA 360 di SPAG Bukit Kototabang periode tahun 2012-2015. Automatic Calibration dilakukan dengan cara automatic zero check dan automatic span check. Automatic zero check dilakukan dengan cara memasukkan udara kering bebas karbonmonoksida (CO) ke dalam instrumen. Automatic Span Check dilakukan dengan mencampurkan gas standar karbonmonoksida (CO) konsentrasi 44.86 ± 0.45 ppm dengan udara kering bebas karbonmonoksida (CO) menggunakan dilution unit ke dalam instrumen. Hasil automatic zero check menunjukkan telah terjadi penyimpangan nilai konsentrasi CO sejak 2013 hingga 2015, sedangkan hasil automatic span check menunjukkan bahwa sebagian besar nilai konsentrasi CO berada jauh dibawah nilai teoritis (443 ppb)
PERBANDINGAN PENGUKURAN PHOTOSYNTETICALLY ACTIVE RADIATION (PAR) SECARA LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG DALAM PERIODE SINGKAT DI SPAG BUKIT KOTOTABANG Agusta Kurniawan
Megasains Vol 6 No 1 (2015): Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/8vnyj511

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran PAR (Photosyntetically Active Radiation) antara metode langsung dan metode tak langsung di Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Bukit Kototabang. Pengukuran secara langsung dilakukan dengan PAR Radiometer yang merupakan salah satu sensor dari instrumentasi AAWS (Agroclimate Automatic Wheather Station). Pengukuran tak langsung menggunakan persamaan empiris keluaran dari tiga buah instrumen, yaitu QPSP Pyranometer-Eppley (IGlo), RG58 Pyranometer-Eppley (INIR) dan Total UV Radiometer (ITUV). Besarnya intensitas PAR (IPAR) secara empiris dirumuskan IPAR= IGlo-(INIR+ ITUV ). Hasil perbandingan menunjukkan bahwa hasil perhitungan (pengukuran tak langsung) lebih tinggi daripada hasil observasi (pengukuran langsung)