Relasi antara manusia dengan alam di dalam karya sastra perlu mendapat perhatian khusus. Terlebih di tengah pesatnya akselerasi global yang kian meningkat, gagasan ekologis yang berakar pada pandangan ruralisme berpotensi mengalami degradasi, tergerus oleh pandangan urbanisme. Karenanya, sastra sebagai media representasi sikap dapat dimaksimalkan perannya dalam merawat gagasan dan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi keselarasan hidup antara manusia dengan alam yang terdapat dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Pendekatan penelitian ini yaitu kajian ekologi sastra yakni pastoral. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode berupa analisis deskriptif. Subjek penelitian berupa novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2015 oleh PT. Bentang Pustaka. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga aspek pastoral yang terdapat dalam novel Kambing dan Hujan, yakni: (1) karakter ‘bucolic’ (penggembala), (2) unsur konstruksi arcadia, dan (3) wacana retreat & return. Sedangkan representasi keselarasan hidup yang ditemukan merujuk pada tiga asas, yakni: (1) principle of independence, (2) principle of change, dan (3) principle of evolution.Kata Kunci: keselarasan hidup, novel, sastra pastoral
Copyrights © 2024