Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan pengecoran logam di Jawa Timur tidak memenuhi peraturan perundangan pada beberapa aspek. Ketidaksesuaian tersebut diantaranya adalah kondisi tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 yang tidak sesuai maupun tidak adanya pengangkutan yang terjadwal sehingga menyebabkan TPS mengalami overload. Untuk meminimalisir ketidaksesuaian ini maka direncanakan alternatif pengelolaan yaitu perbaikan TPS dan melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3 tanpa perbaikan TPS. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak tetapi juga paling mudah untuk diterapkan. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan observasi dan wawancara. Untuk pemilihan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak digunakan metode Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh alternatif pengelolaan limbah B3 yang paling layak adalah memperbaiki TPS serta melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3. Hal ini dibuktikan dengan nilai NPV yang positif dan nilai BCR yang lebih dari satu.
Copyrights © 2024