Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pendekatan baru untuk mendorong wanita pasca melahirkan agar menghasilkan lebih banyak ASI. Terdapat 44 responden yang dijadikan sampel untuk penelitian eksperimen semu ini. Prosedur pengambilan sampel acak digunakan untuk memilih sampel, dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pretest digunakan pada tahap pertama untuk mengetahui kondisi ibu mengenai produksi ASI. Selanjutnya, kedua kelompok mendapat perlakuan yang berbeda: kelompok eksperimen menerima kombinasi pijat oksitosin dan terapi roti, sedangkan kelompok kontrol menerima pijat oksitosin saja. Posttest kemudian diberikan kepada kedua kelompok setelah satu bulan pengobatan untuk mengetahui dampaknya terhadap produksi susu. Uji Mann-Whitney digunakan dalam analisis data penelitian ini untuk memastikan perbedaan produksi ASI antara kedua kelompok, dan uji Wilcoxon digunakan untuk membandingkan keluaran sebelum dan sesudah perlakuan. Menurut data, baik kelompok pijat oksitosin (0,005) maupun kelompok Pijat Bakera + Oksitosin (0,000) memiliki produksi ASI yang jauh lebih tinggi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan produksi ASI yang signifikan antara kedua kelompok yang mendapat perlakuan, dengan tingkat signifikansi (0,000). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa dibandingkan dengan ibu nifas yang hanya melakukan pijat oksitosin, ibu yang menerima pijat oksitosin dengan roti mengalami peningkatan produksi ASI.
Copyrights © 2023