Youth not having access to school has become a pervasive problem in education systems around the world. While dropping out of school can result in high unemployment rates, especially in Indonesia. Responding to the challenges of this issue, a new strategy is needed to achieve the goal of reducing the unemployment rate as well as the dropout rate which is closely related to being empathetic towards it. in the manufacturing industry on the basis of empathy as spatial planning that adapts to the needs of the activities within it. By using quantitative and qualitative research methods, collecting data through a survey of empathy subjects, namely youth who have dropped out of school. Then a strategy can be produced to overcome this problem by designing a training and mentoring forum that embraces fields with a high proportion of workforce needs. Keywords: dropout; empathy; manufacturing industry; training; unemployment Abstrak Pemuda yang tidak berkesempatan sekolah telah menjadi masalah yang meluas dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. Sementara putus sekolah dapat mengakibatkan tingginya angka pengangguran, terutama di Indonesia. Menanggapi tantangan isu ini, diperlukan sebuah strategi baru dalam mencapai tujuan yaitu mengurangi angka pengangguran sekaligus angka putus sekolah yang berkaitan erat dengan bersikap empati terhadap hal tersebut.Tujuan dari perancangan penelitian strategi ini adalah untuk memberdayakan pemuda tidak sekolah untuk dapat merencanakan karir dengan memanfaatkan kebutuhan urgensitas di industri manufaktur dengan dasar empati sebagai perencanaan ruang yang menyesuaikan dengan kebutuhan aktivitas di dalamnya. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, mengumpulkan data melalui survey terhadap subjek empati yaitu pemuda putus sekolah. Maka dapat dihasilkan sebuah strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah merancang sebuah wadah pelatihan dan pendampingan yang merangkul bidang dengan kebutuhan proporsi tenaga kerja tinggi.
Copyrights © 2023