Many Indonesian people suffer from stroke, especially in old age, residing in North Sulawesi. Inadequate hospital conditions, both in facilities and design, can cause stress or psychological effects on stroke patients. Stroke requires special treatment, such as that offered by specialized hospitals, covering physical, psychological, and emotional aspects. This research is designed to develop effective solutions to reduce the negative impact of strokes and improve the quality of life for patients and families, especially in spatial design and arrangement. The comparative method is used to determine the differences among various hospital typologies to produce a new hospital building typology by including elements that are requirements for palliative care. In the analysis process, qualitative methods were used to obtain something ideal for stroke sufferers. The study reveals that currently, stroke patient treatment in general hospitals largely follows general medical service guidelines. To become a special hospital (political stroke), it must be improved through new findings, such as spaces that are able to create a cheerful, free, spacious, cool, comfortable atmosphere without worrying, including a space for increasing faith. The next finding is that a free atmosphere and other requirements are impossible to find in a treatment room with a large capacity. In this research, a spatial planning simulation was successfully carried out. The conclusion for further steps is how to create a hospital for palliative patients with a large capacity due to the socio-economic conditions of the Indonesian people, but that can provide a much more comfortable atmosphere in terms of space. Keywords: recovery; physical; psychological; stroke palliative Abstrak Penyakit stroke banyak diderita masyarakat Indonesia khususnya di usia senja, termasuk masyarakat di Sulawesi Utara. Kondisi rumah sakit yang tidak memadai dari segi fasilitas dan desain bisa menambah stress atau menimbulkan efek psikologis pasien stroke. Stroke memerlukan perawatan khusus, seperti yang disediakan oleh Rumah Sakit Khusus, mencakup aspek fisik, psikologis, dan emosional. Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan solusi efektif mengurangi dampak buruk dari penyakit stroke dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dan keluarga khususnya dalam desain dan penataan ruang. Metode komparatif digunakan untuk mengetahui perbedaan antara tipologi rumah sakit satu dan lainnya untuk menghasilkan tipologi bangunan rumah sakit baru dengan memasukkan unsur-unsur yang menjadi persyaratan penurunan paliatif. Dalam proses analisis digunakan metode kualitatif untuk mendapatkan sesuatu yang ideal bagi penderita stroke. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa saat ini, penanganan pasien stroke di rumah sakit umum sebagian besar mengikuti pedoman pelayanan medis umum di rumah sakit. Untuk menjadi rumah sakit yang bersifat khusus (paliatik stroke) harus diperbaiki melalui temuan–temuan baru seperti ruang–ruang yang mampu menciptakan suasana ceria, bebas, luas, sejuk, nyaman, tanpa cemas disertakan pula ruang peningkatan iman. Temuan berikutnya suasana bebas dan persyaratan lainnya tidak mungkin ditemukan pada ruang perawatan dengan kapasitas besar. Dalam penelitian ini berhasil dilakukan simulasi penataan ruang. Kesimpulan untuk langkah lebih lanjut adalah bagaimana menciptakan rumah sakit penderita paliatif dengan kapasitas besar karena kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia namun bisa memberikan suasa yang jauh lebih nyaman secara ruang.
Copyrights © 2024