Kurios
Vol. 9 No. 3: Desember 2023

Rumah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi anak: Pendidikan kristiani merevitalisasi fungsi keluarga dalam penguatan nilai iman Kristen di era posdigital

Pantan, Frans (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2023

Abstract

Education is the foundation for existence, sustainability, work performance, and the meaning of human life. The starting point for humans to learn occurs at home as a family's primary residence. That is why the educational aspect must be the main priority in the design of family governance. In the modern era, the position of the home as the first and most enjoyable place of learning for children tends to be marginalized by various things. Therefore, this research aims to affirm and construct the centrality of the home as a learning garden for children in Christian faith education. The method used in this research is descriptive qualitative, with an analysis of the thoughts of Carl-Mario Sultana and Joas Adiprasetya. The research results show that the contemporary socio-cultural context currently being experienced requires strengthening the role of the family in children's faith education. Parents must be role models, provide play time, and educate children in the truthful values of God's Word. This ideal can be achieved if parents practice garden spirituality, which causes children to express their spirituality freely.AbstrakPendidikan adalah landas tumpu fundamental eksistensi, keberlanjutan, performa kerja, dan kebermaknaan hidup manusia. Titik mulai manusia menjalani proses belajarnya terjadi di rumah, sebagai tempat tinggal utama keluarga. Itulah sebabnya aspek pendidikan harus menempati prioritas utama dan pertama dalam rancang bangun tata kelola keluarga. Di era modern, posisi rumah sebagai taman belajar yang pertama dan menyenangkan bagi anak cenderung terpinggirkan oleh banyak hal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengafirmasi dan mengkonstruksi sentralitas rumah sebagai taman belajar bagi anak dalam pendidikan iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan analisis pemikiran Carl-Mario Sultana dan Joas Adiprasetya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosio-kultural kontemporer yang dijalani saat ini menuntut penguatan peran keluarga dalam pendidikan keimanan anak-anak. Orang tua harus menjadi role model, memberikan waktu bermain, dan mendidik anak dalam nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan. Cita-cita ini dapat tercapai apabila orang tua mempraktikkan spiritualitas taman yang menyebabkan anak dengan bebas mengekspresikan spiritualitasnya

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...