This study examines the use of gender metaphors for God in the book of Jeremiah through the lens of trauma hermeneutics and contemporary gender theory. In situations of crisis, gender metaphors play a crucial role in describing the relationship between God and his people, enabling traumatized communities to articulate their suffering and seek healing. The analysis reveals how traumatic experiences shape the way people talk about God and open up space for more inclusive language. This approach is relevant to contemporary theology, offering a more transformative perspective for addressing global challenges. This study invites us to critique binary gender constructions and develop a more complex and inclusive understanding of God. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan metafora gender untuk Allah dalam kitab Yeremia melalui lensa hermeneutik trauma dan teori gender kontemporer. Dalam situasi krisis, metafora gender memainkan peran penting dalam menggambarkan hubungan antara Allah dan umat-Nya, memungkinkan komunitas yang mengalami trauma untuk mengartikulasikan penderitaan mereka dan mencari pemulihan. Analisis ini mengungkapkan bagaimana pengalaman traumatis membentuk cara orang berbicara tentang Tuhan dan membuka ruang bagi bahasa yang lebih inklusif. Pendekatan ini relevan untuk konteks teologi kontemporer, menawarkan perspektif yang lebih kaya dan transformatif untuk menghadapi tantangan global. Penelitian ini mengajak kita untuk mengkritisi konstruksi biner gender dan mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks dan inklusif tentang Tuhan.
Copyrights © 2024