Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Diplomasi Pertahanan Indonesia terhadap Australia pada tahun 2016. Penelitian ini akan difokuskan pada bentuk diplomasi pertahanan Indonesia dalam menanggapi kebijakan luar negeri Australia terhadap Indonesia. Indonesia mengoptimalkan diplomasi pertahanan dengan Australia dengan tujuan beradaptasi dengan ancaman dan tantangan yang terus berkembang. Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia telah berlangsung lama, meskipun kedua negara mengalami periode ketidakstabilan. Contoh ketidakstabilan termasuk insiden seperti kapal perang Australia memasuki perairan Indonesia, pengembalian pengungsi di laut untuk kembali ke Indonesia, dan yang terbaru, dari tahun 2013 hingga 2016, kasus penyadapan beberapa politisi Indonesia dan penghinaan terhadap ideologi nasional Indonesia, Pancasila. Menanggapi peristiwa-peristiwa ini, penelitian ini bertujuan untuk memahami kebijakan Indonesia dalam menanggapi pengkhianatan Australia, khususnya di bidang kerja sama pertahanan. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri dan diplomasi pertahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menanggapi penghinaan Australia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sementara waktu menghentikan kerja sama pertahanan dengan Angkatan Pertahanan Australia (ADF). Keputusan ini diambil karena ditemukan materi pengajaran yang menyinggung ideologi nasional Indonesia di Akademi Militer Australia.
Copyrights © 2024